DEMI MASA, KAPSUL WAKTU DAN NOSTALGIA RADIKAL BY FAJAR NUGRAHA

Elevation Books baru saja merilis seri C-45 yang bakal membahas album-album legendaris Indonesia layaknya seri 33 1/3 dari Bloomsbury Books. Demi Masa, Kapsul Waktu, dan Nostalgia Radikal karya Fajar Nugraha didaulat sebagai pembuka seri C-45. Demi Masa, Kapsul Waktu, dan Nostalgia Radikal adalah seri debut C-45 dari Elevation Books yang mengulas album Demi Masa dari Morgue Vanguard dan Doyz secara mendalam. Dari mulai pendedahan akan medan estetika maupun aspek pertukangan teknis, analisa historis yang menautkan sejarah hip-hop era Bronx Selatan di 1970 sampai era Orde Baru, penyingkapan gagasan yang lesap dalam sekujur album, pendedahan puzzle maupun kode yang ditaruh dalam pelbagai aspek auditif maupun lirikal, hingga sejauh mana album Demi Masa punya peran krusial dalam konteks sosial-politik maupun gelanggang kultural hari ini.

 

________________________

 

“Buku ini saya menyebutnya buku album musik oleh karena saya malas mengatakannya hanya sebagai buku jurnalisme musik. Padahal memang nyatanya buku ini jauh melampaui itu, sangat jauh. Jangan berharap layaknya tulisan puja puji atas sebuah album musik dan personality-nya bahkan hanya narasi deskriptif ini dan itu yang bisa hanya diperoleh dengan chat WhatsApp saja. Buku ini sangat dalam melakukan kerja apropriasi musik, sebuah album musik. Buku yang akan menjadi standar baru untuk para penulis musik, mungkin jurnalisme musik jika itu masih ada. Buku yang menjadi guide bagaimana menguliti sebuah album musik dengan lompatan pisau-pisau analisis, rujukan-rujukan tegangan teori yang sebenarnya ketat, yang tarik-menarik secara implisit-eksplisit lalu dicampur aduk melalui grounded metode untuk kemudian dikemas dengan renyah nan populer. Ya, ini memang masanya, memang sebuah kapsul kerja penuh nostalgia (text-musik) radikal.

 

Ini bukan hanya sekedar true story tapi ini kompresi ruang waktu dengan piston sejarah yang terus bekerja. Terkadang lambat terkadang sangat cepat dalam memburu waktu. Menciptakan story-nya sendiri dalam kapsul-kapsul genealogi, romantic modular-radikal.

 

Buku ini bukan hanya sekedar genit-genit pisau cukur yang lembut ala review album musik, tapi menyaru sebagai chainshaw yang kasar dan gahar tapi juga bisa bekerja dengan rapih memotong helai demi helai gagasan yang tersedia dalam album Demi Masa. Kerja luar biasa dari Fajar Nugraha.”

 

—Frans Ari Prasetyo

 

________________________

 

“Menulis 16 bar dengan susunan 3 putaran atau lebih adalah perkara yang tidak sulit. Menulis pengalaman menyelami satu album gaspol yang diracik dua MC legend sambil membongkar barisan punchline di tiap bars dalam lapisan rima kompleks untuk kemudian dinarasikan ke dalam sebuah buku adalah sebuah kegilaan. Fajar Nugraha adalah orang yang cukup gila punya ide untuk menuliskannya, untuk kemudian disusun menjadi sebuah buku. Membongkar dan menguliti bar demi bar tiap track di album Demi Masa lengkap dengan detail momen-momen throwback, baik dari MV dan Doyz. Bukan hanya bars, bahkan beberapa adlibs dan penggunaan frasa slang contohnya seperti “bumrush” atau “funky fresh force, cold medina” di track CSDB FM dijelaskan dengan narasi yang menyeret pembaca kembali ke akar penggunaan frasa tersebut. Lengkap dengan alasan mengapa kembali digunakan di album Demi Masa. Belum lagi analisa tiap sample dalam track di album Demi Masa seolah berbicara khusus ditunjuk dari departemen beat untuk menjelaskan mengapa sample-sample tersebut dipakai sebagai fondasi breaks. Semuanya berhamburan di buku ini, buku seri C-45 ‬“Demi Masa, Kapsul Waktu, dan Nostalgia Radikal” edan sih. Dalam bab pembukanya, penulis menceritakan bahwa untuk merakit kerangka analisisnya dia harus mendengarkan album-album yang menjadi acuan MV dan Doyz. Membongkar arsip sejarah tari kejang, menonton lusinan film & dokumentasi hiphop, mengobrak abrik literasi yang bertautan dalam verse, bar dan diksi yang terpajang di tiap track. ‪Angkat topi dan isi sloki untuk Fajar yang telah memberi sumbangsih pada hiphop lokal khususnya untuk departemen literasi yang saat ini lumayan minim produk. Buku ini wajib buat para heads, penikmat album Demi Masa, atau siapa saja yang tertarik dengan bagaimana setiap track dalam sebuah album dikonstruksikan secara proper.”

 

—Insthinc a.k.a Andi Muhammad Indra

 

________________________

 

“Membaca pengantar penerbit, pengantar penulis, dan bab pertama, saya sudah bisa meraba betapa buku ini akan membawa saya ke banyak masalah, petualangan, seperti album Demi Masa itu sendiri. Kerja yang diperbuat Fajar Nugraha otomatis juga bisa menjadi standar seri C-45 ke depannya, dan itu PR bagi penulis—bagus bagi pembaca.”

 

—Harlan Boer

 

________________________

 

“Penulisnya cukup sigap menguliti motif, kode, dan isyarat. Sekaligus merangkai kembali misteri dan puzzle yang tercecer. Tajam dan bernas. Mendengarkan Demi Masa rasanya bakal tidak sama lagi.”

 

—Samack

 

Related Products