
Unit hardcore asal Indonesia, World Domination, akhirnya merilis album penuh perdana mereka yang bertajuk Feast of the Undead melalui Disaster Records. Album yang dirilis pada 2024 ini menjadi penanda penting dalam perjalanan band setelah sebelumnya memperkenalkan maxi-single Reign of Nightmares pada 2023.
Feast of the Undead hadir sebagai hasil dari proses panjang yang sempat tertunda akibat pandemi COVID-19. Rencana pengerjaan album sebenarnya telah dimulai sejak 2019, tak lama setelah World Domination merilis single Despair sebagai bagian dari kerja sama mereka dengan Disaster Records. Namun, situasi pandemi yang melanda pada 2020 membuat seluruh proses rekaman harus dihentikan sementara.
Proses produksi kembali berjalan pada awal 2021 ketika Anton Budi Satrio menyelesaikan sesi rekaman drum. Tahapan berikutnya dilanjutkan oleh AditxEdge, Fandrie Raditya, dan Wawan Fury yang mengerjakan seluruh instrumen hingga pertengahan tahun yang sama. Formasi album akhirnya lengkap setelah Hendro Prasetyo Wibowo (Pras) dari Esoteric Revelation bergabung pada pertengahan 2022 untuk mengisi vokal dengan karakter yang brutal dan penuh amarah.

Album ini memuat 12 lagu yang menampilkan perpaduan agresif antara death metal dan hardcore. Terinspirasi oleh nama-nama seperti Dismember, Suffocation, Deicide, dan Obituary, serta pengaruh hardcore ala Earth Crisis dan Section 8, World Domination menyajikan komposisi yang dipenuhi riff bergaya chainsaw, groove menghancurkan, dan bagian-bagian mosh yang intens.
Dari sisi tematik, Feast of the Undead menjadi wadah ekspresi kemarahan dan kegelisahan band terhadap berbagai realitas di sekitar mereka. Isu kebencian, kematian, hingga ketidakadilan sosial menjadi benang merah dalam sejumlah lagu. Di sisi lain, album ini juga menghadirkan narasi fiktif bertema balas dendam yang muncul dalam lagu-lagu seperti “Feast of the Undead” dan “Respawn in Vengeance”.
Dengan energi yang tak surut dari awal hingga akhir, Feast of the Undead menjadi pernyataan kuat dari World Domination sekaligus menegaskan posisi mereka di ranah hardcore dan death metal bawah tanah Indonesia.