SKANDAL: MERANGKAI NOSTALGIA DAN DISTORSI

Skandal, unit indie-rock asal Yogyakarta yang digawangi Yogha Prasiddhamukti (vokal, tamborin), Rheza Ibrahim (gitar), Robertus Febrian Valentino (gitar, vokal), dan Argha Mahendra (drum), tengah bersiap merilis album penuh perdana mereka yang bertajuk Melodi. Setelah merilis sejumlah single yang melekat di hati para pendengarnya, album ini menjadi langkah penting dalam perjalanan musikal Skandal sekaligus perayaan terhadap akar musik yang membentuk mereka sejak remaja.

Tumbuh di era akhir 1990-an hingga awal 2000-an, para personel Skandal akrab dengan lagu-lagu yang mengudara melalui radio dan televisi. Band-band pop rock Indonesia menjadi soundtrack masa tumbuh mereka, jauh sebelum mereka mengenal spektrum musik yang lebih luas seperti indie rock dan alternative rock dari nama-nama seperti Teenage Fanclub, Superchunk, Lemonheads, hingga The Replacements. Melalui Melodi, dua dunia tersebut akhirnya dipertemukan dalam satu karya.

, unit indie-rock asal Yogyakarta yang digawangi Yogha Prasiddhamukti (vokal, tamborin), Rheza Ibrahim (gitar), Robertus Febrian Valentino (gitar, vokal), dan Argha Mahendra (drum), tengah bersiap merilis album penuh perdana mereka yang bertajuk Melodi. Setelah merilis sejumlah single yang melekat di hati para pendengarnya, album ini menjadi langkah penting dalam perjalanan musikal Skandal sekaligus perayaan terhadap akar musik yang membentuk mereka sejak remaja.

Tumbuh di era akhir 1990-an hingga awal 2000-an, para personel Skandal akrab dengan lagu-lagu yang mengudara melalui radio dan televisi. Band-band pop rock Indonesia menjadi soundtrack masa tumbuh mereka, jauh sebelum mereka mengenal spektrum musik yang lebih luas seperti indie rock dan alternative rock dari nama-nama seperti Teenage Fanclub, Superchunk, Lemonheads, hingga The Replacements. Melalui Melodi, dua dunia tersebut akhirnya dipertemukan dalam satu karya.

Proses pengerjaan Melodi sendiri telah berlangsung sejak pertengahan hingga akhir tahun 2023. Meski sebagian besar materi lagu sudah dipersiapkan sebelumnya, beberapa lagu justru lahir dan berkembang selama proses rekaman berlangsung. Kehadiran Disaster Records sebagai label yang menaungi mereka turut memberikan dukungan besar dalam merealisasikan album ini.

Bagi Skandal, Melodi bukan sekadar kumpulan lagu. Album ini merupakan upaya merangkum kecintaan mereka terhadap musik-musik gitar yang pertama kali membuat mereka jatuh cinta pada dunia band. Nuansa nostalgia menjadi salah satu fondasi utama, namun tetap dibalut dengan identitas musikal yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun.

Secara musikal, Melodi menawarkan warna yang lebih beragam dibanding rilisan-rilisan sebelumnya. Ada lagu-lagu yang enerjik dan penuh tenaga, nomor mid-tempo yang menghentak, hingga lagu-lagu bernuansa melankolis. Songwriting yang tetap sederhana menjadi kekuatan utama, namun dengan pendekatan produksi yang lebih matang, hook yang lebih kuat, dan karakter yang lebih melodis serta pop.

Menariknya, seluruh materi dalam album ini merupakan lagu-lagu baru. Bahkan single-single lama seperti “Terbang”, “Lemon”, “Bosan”, dan “Percuma” tidak akan dimasukkan ke dalam album. Skandal memilih untuk terus bergerak maju dan menghadirkan karya-karya segar sebagai representasi fase terbaru mereka.

 

Shopping cart0
There are no products in the cart!
Continue shopping
0