Sedikit Cerita Tentang Rilisan Fisik

cassettes

Akhir-akhir ini memang sedang ramai lagi teman-teman saya dan beberapa orang diluaran sana yang senang mengkoleksi rilisan fisik entah kaset pita, CD audio, ataupun vinyl/piringan hitam, beberapa sangat antusias dan mendekati rakus dan ada beberapa yang santai tapi rajin belanja, ada juga sisi negatif ataupun positifnya dan ada juga beberapa yang nyinyir bahkan seakan benci dengan fenomena ini, namun tidak sedikit juga yang diuntungkan dan menganggapnya sesuatu yang keren dan musti dipertahankan. Saya sendiri ada diposisi yang menganggapnya keren dan banyak positifnya. Banyak yg bilang bahwa rilisan fisik lebih baik dari digital, menurut saya semuanya tergantung kebutuhan.

vinyl

Dari semua rilisan fisik menurut saya yang paling baik itu CD disamping harganya tidak terlalu mahal, kualitas suaranya pun bagus (tergantung), lebih mudah dibawa, playernya lebih banyak dijumpai, dan kita juga masih bisa meng-koleksi fisiknya, dalam artian covernya dan packaging nya. Kalo kaset hamper sama seperti CD audio, namun katanya umurnya dan kualitasnya bisa lebih lama dr CD, tapi balik lagi kalo kaset atau CD audio yang kualitasnya jelek dan tidak dirawat pun pasti umurnya sebentar begitu juga dengan playernya, katakanlah kaset atau CD kalo playernya memang yang bagus otomatis dapat menjaga kualitas CD ataupun kaset tersebut tetap terjaga. Nah, beberapa tahun kebelakang ini saya sendiri memang sedang senang meng-koleksi vinyl, dibanding rilisan fisik lainnya yang sebelumnya saya koleksi. Kenapa vinyl? Pertama, kebiasaan saya memang kalo mendengarkan lagu jarang ketika berkendara atau sedang ada luar, jadi memang cd audio dan kaset juga tidak termasuk pada kebutuhan saya. Kedua, format packaging dan cover pada vinyl itu besar dan bagus, membuat saya merasa “Puas” dan juga ada beberapa hal dalam packagingnya yang membuat saya senang, seprti sering ada bookletnya, download code, color vinyl, dan format vinyl nya sendiri yang lebih awet dibandingkan format lain (tergantung pemakaian dan perawatan jg), kalau masalah suara juga sebenernya format vinyl tidak selalu bagus, ada beberapa musisi yang format CD audio nya lebih bagus dari format vinyl, jadi mitos kualitas suara vinyl lebih bagus dari format lainnya menurut saya tidak selalu juga, karena semua tergantung dari proses rekaman, mixing, mastering sampai pressing nya juga, bahkan player dan audio set yang dipakai pun cukup mempengaruhi kualitas suara yang kita dengar, dan yang paling penting adalah sikap atau materi musik dari musisi nya itu sendiri. Tapi dengan maraknya kembali vinyl, imbasnya beberapa kawan-kawan senang lagi dengan rilisan fisik. Tanpa disasdari imbasnya cukup membahagiakan, beberapa kawan bilang sensasi rilisan fisik yang sekarang marak itu hanya sesaat dan sekedar ikut-ikutan.

details-homicide

Tetapi positifnya lagi tidak sedikit yang diuntungkan oleh para kolektor, dari mulai bandnya, record label, record store bahkan para kolektor itu sendiri. Tanpa kolektor atau penikamat musik yang ambisius akan rilisan fisik dan merchandise. Band/musisi, record label, dan record store mungkin tidak akan seproduktif dan semarak seperti beberapa tahun terakhir. Semuanya saling berkaitan dan saling membutuhkan antara musisi, penikmat musik, record label, record store, distro, bahkan kolektor, dan jaringan-jaringan pertemanan lainnya. Banyak band katakanlah band “indie” yang jadi semangat lagi untuk merilis rilisan fisik atau merilis kembali karyanya dalam format vinyl atau kaset, yang beberapa tahun kebelakang sempat lesu (tetapi untuk beberapa band sih bagus-bagus saja). Banyak contoh asik dari penjualan vinyl, band-band indie seperti WSATCC, Burgerkill, Upstairs, Seringai, Homicide, Mocca, dll yang ludes dalam hitungan hari bahkan jam. Atmosfir yang sangat menyenangkan tentunya, membuat industri musik lokal makin keren!, Makanya aneh kalo ada yg bilang musik Indonesia itu monoton dan ngga berkembang, mungkin ada yang salah sama kuping dan pengetahuan mereka. Bila ada uang lebih silahkan sisihkan uang jajan dan uang gaji kalian, beli rilisan fisik dan merch dari Band yang kalian suka, beli tiket dan datang ke gigs yang kalian suka, bersenang-senang dan saling berbagi tentang band yang kalian suka bersama teman-teman. Mari kita perpanjang kembali umur kesenangan ini.