
Setelah lebih dulu memperkenalkan video lirik “I’m Not Your Hardcore Punk”, komplotan sleaze punk ‘n’ roll asal Bandung, Maio, kembali menebar distorsi melalui mini album terbaru mereka yang bertajuk Rebuttal. Dirilis pada 1 Mei 2024 melalui Disaster Records, Rebuttal menjadi langkah lanjutan Maio dalam memperluas spektrum musikal yang telah mereka bangun sejak rilisan sebelumnya.
Diperkuat oleh Aziz (vokal), Ridwan (gitar), Abuy (gitar), Kikim (bass), dan Wisong (drum), Rebuttal menampilkan wajah Maio yang lebih liar, lebih tajam, sekaligus lebih berani bereksperimen. Jika album sebelumnya menjadi fondasi, maka mini album ini adalah upaya untuk mendorong batas-batas yang telah mereka ciptakan sendiri.
Dalam mini album ini Maio ingin menonjolkan sisi yang lebih berangasan namun tetap menunjukkan sisi eksploratif yang lebih lebar dari album awal. Dan kontribusi Ridwan yang dominan merubah arah mata angin departemen enam senar mereka menjadi lebih kompleks. Tapi tetap pada jalur.
Perubahan tersebut terasa tidak hanya pada sisi musikal, tetapi juga dalam pendekatan lirik. Untuk pertama kalinya Maio menghadirkan materi berbahasa Indonesia melalui lagu “Liberator Moral Puritan (Gajahlumantung)”. Lagu ini menjadi sebuah ode terhadap ruang dan lingkungan tempat para personelnya tumbuh bersama. Dalam proses penulisannya, Maio turut melibatkan seorang kawan dekat bernama Dritt yang menyumbangkan lirik untuk lagu tersebut.

Di balik kelahiran Rebuttal, terdapat cerita yang cukup unik. Mini album ini sejatinya hadir sebagai siasat untuk mengisi jeda menuju album penuh yang tengah dipersiapkan. Proses perilisan album penuh tersebut harus tertunda akibat panjangnya antrean produksi format piringan hitam yang melanda industri musik global.
Meski lahir dari situasi yang tidak direncanakan, Rebuttal justru menjadi ruang bagi Maio untuk menunjukkan perkembangan musikal mereka. Mini album ini menghadirkan energi jalanan yang kasar, riff yang lebih kompleks, serta pendekatan penulisan lagu yang semakin matang tanpa meninggalkan akar sleaze punk ‘n’ roll yang menjadi identitas utama mereka.